Senin, 18 Februari 2019

Cerita Fabel

                 Burung pipit berlidah pendek
     Pada zaman dahulu kala,disuatu desa kecil di Negara Malaysia tinggallah sang nenek dan sang kakek yang sudah tua. Si kakek biasa dipanggil Hang Bena,ia merupakan keturunan Sri Raja Hyang Maksudin seorang pemuka agama di daerah pelosok Malaysia. Si kakek memiliki sifat yang berbeda dengan si nenek8,si kakek lebih baik hati dan pekerja keras,sedangkan si nenek hanya bisa menggerutu dan senang mencaci maki. Mereka tidak punya anak,tapi kakek memiliki seekor burung pipit yang bernama Dang Suzume. Ia menamai seperti itu pemberian pedagang Cina. 
      Suatu hari,saat kakek pergi bekerja,nenek mulai membereskan rumah. Kemarin nenek membuat bubur tepung beras untuk melicinkan pakaian yang sudah dicuci. Tapi kini mangkuk bubur itu telah kosong. Tiba tiba Dang Suzume datang,dia membungkuk lalu mengatakan"Sayalah yang memakan bubur tepung beras nenek. Saya pikir itu jatah makanku. Saya mohon maafkan saya,Twit!Twit!Twit!.....!" Nenek sangat marah mendengar pengakuan Dang Suzume. Nenek seketika mencaci Dang Suzume lalu mengambil pisau untuk memotong lidah Dang Suzume.Dang Suzume tidak bisa berbuat apa apa ia hanya bisa menangis dan meninggalkan rumah itu. 
      Sore harinya kakek pulang dari ladang. Ia langsung mengecek kandang Dang Suzume. Kakek kaget bahwa Dang Suzume tidak ada dikandangnys. Kakek pun mencari Dang Suzume sampai ketemu besok pagi. 
       Esoknya,pagi pagi sekali kakek sudah berkemas untuk mencari Dang Suzume. Kakek terus mencari tanpa lelah hingga dia tidak sadar bahwa perutnys belum diisi dari pagi tadi. Ia pun mampir ke sebuah mushalla didekat perkampungan itu. Kakak berharap semoga Yang Maha Kuasa bisa mempermudah jalannya untuk menemukan Dang Suzume. Daru sekian banyak jalan yang ia telusuri,akhirnya kakek menemukan Dang Suzume dibalik semak. Dan lidahnya pun telah tumbuh kembali. Dang Suzume mengajak kakek untuk mampir kerumahnya. Ternyata Dang Suzume memiliki keluarga dan tempat tinggal layaknya manusia.
      "Mari kakek,silahkan masuk" pinta Dang Suzume. Rumahnya begitu indah,dindingnya terbuat dari bambu,karpet yangvlembut,tembok bercat terang,bantal soffa empuk dan keadaannya sangat rapi sekaligus bersih. Kakek  disuguhi berbagai makanan dan minuman yang sangat lezat oleh para dayangnya Dang Suzume. Kakek pun meminta maaf atas kesalahan nenek terhadap Dang Suzume. 
        Waktu berlalu tanpa terasa,akhirnya kakek berpamitan pulang dan berterima kasih oleh Dang Suzume. Sebelum pulang Dang Suzume memaksa kakek memilih kotak hadiah,untuk dibawa pulang. Ada dua kotak yang satu kecil dan yang satu besar. Kakek pun memilih kotak kecil untuk dibawa pulang. Setibanya dirumah,nenek langsung memaki kakek dengan nada tinggi. Kakek mencoba memperlihatkan kotak yang didapat dari Dang Suzume. Nenek pun langsung membuka kotak kecil itu. Alangkah terkejutnya isi kotak itu adalah emas,perak,dan perhiasan. Kakek mengucap syukur kepada Allah SWT karena telah memberi umatnya kenikmatan. 
        Tetapi nenek yang serakah malah memarahi kakek,kenapa kakek tidak memilih yang besar saja. Esok paginya setelah memaksa kakek untuk menunjukkan jalan kerumah Dang Suzume,nenek pergi dengan penuh semangat. Kakek sudah melarang,tetapi usahanya sia sia saja. Lalu  tibalah nenek dirumah Dang Suzume. Nenek langsung memenggil Dang Suzume sebanyak tiga kali. Lalu Dang Suzume keluar dengan penuh hormat ia menunduk didepan nenek. Nenek bicara maksud kedatanganya bahwa ia menginginkan kotak besar berisi hadiah. Dang Suzume menurutinya. 
       Setiba dirumah ia membuka,alangkah terkejutnya keluar makhluk melata,nenek langsung lari terbirit birit. Nenek pun langsung menceritakan kejadian itu pada kakek. Kakek bilang itulah hukuman bagi orang serakah. Sejak saat itu nenek langsung berubah sifat menjadi baik hati. 
                                    

                                            Tamat

24 komentar:

  1. Amanahnya bagus... 🤗 (kalilameldiana.blogspot.com)

    BalasHapus
  2. Baguss (alifiasyifadjajadi.blogspot.com)

    BalasHapus
  3. Bahari(artinya bagus) karena gw beda

    BalasHapus